Ketika ingin menuju pernikahan ada beberapa komitmen atau janji yang dibuat oleh kalian berdua. Entah itu masalah dengan anak atau hubungan untuk keduanya. Sebelum menikah alngkah baiknya kalian mengobrol tentang rumah tangga yang akan dibangun. Jika memiliki visi dan misi yang sama untuk berumah tangga berarti akan memperkecil adanya masalah. Sebuah pernikahan bukanlah hal yang dianggap sepele. Selain biaya yang dikelaurkan sangat banyak, kamu dan dia juga sudah berjanji kepada orang tua dan tuhan yang maha esa. Jangan ada kata berpisah atau perceraian diantara rumah tangga kalain karena akan banyak merasa dirugikan. Perceraian memang di bolehkan akan tetapi sangat dibenci oleh tuhan. Maka, sebelum menuju ke pernikahan kamu harus benar-benar yakin dengan pilihanmu dan yakin dengan pernikahanmu akan selamanya.

Sebuah pernikahan memang merupakan momen yang sangat bahagia akan tetapi setelah menjadi rumah tangga banyak cobaan yang akan datang. Setelah kamu memutuskan untuk memakai cincin emas kawin alias berumah tangga Anda harus tahu tanggung jawab dan konsekuensi nya. Jika sudah berumah tangga jadilah istri yang baik kepada suaminya. Cincin kawin yang kamu pakai bukanlah hanya untuk pamer bahwa kamu sudah menikah. Akan tetapi cincin kawin tersebut merupakan amanah dan tanggung jawab yang sangat besar. Sebelum Anda menikah alngkah baiknya kalian berdua menerapkan hal dibawah ini.

1. Selalu berkomitmen jika ada masalah diselesaikan dengan cara baik

Sebuah rumah tangga yang utuh pasti keduanya bisa melewati cobaan. Jika memang ada masalah lebih baik di selesaikan dengan cara berdiskusi dan jangan sampai dengan cara berantem apalagi kabur dari rumah. Setiap masalah yang datang anggap merupakan ujian bagi rumah tangga yang kalain bangun. Setiap masalah yang datang justru akan menguatkan cinta kalian. Jika rumah tangga kalian berkomitmen seperti ini, pasti setiap masalah yang kalian hadapi akan mudah dilewati. Saling menguatkan dalam setiap masalah merupakan contoh harmonis dalam berkeluarga. Jangan jadikan masalah tersebut menjadi beban yang sangat berat.

2. Saling mengingatkan jika melakukan kesalahan

Setiap manusia tidaklah luput dari kesalahan. Apalagi jika baru memulai berumah tangga. Tentu sebagai suami kamu ingin memberikan yang terbaik kepada istri. Begitu juga sebaliknya dengan istri. Tugasnya istri harus melayani suami sebaik mungkin. Misalnya kamu harus menyiapkan segala keperluan sang suami baik itu menyiapakan keperluan pekerjaan atau yang lainnya. Jika memang melakukan kesalahan lebih baik saling memaafkan. Jangan jadikan kesalahan tersebut untuk balas dendam karena sebelumnya kamu sakit hati dengan istri. Ingat, sebuah pernikahan tidaklah sama dengan waktu pacaran. Mungkin waktu pacaran kamu bisa saling marah-marah dan ngambek secara berlebihan akan tetapi jika sudah memasuki pernikahan semuanya harus kamu singkirkan. Jaga baik-baik cincin nikah kalian seperti menjaga diri kalian masing-masing.

3. Hindari membahas masa lalu 

Masa lalu yang sudah menjadi kenangan jangan pernah dibahas lagi. Lebih baik masa lalu kamu anggap sebagai pelajaran yang bisa membuatmu menjadi lebih baik untuk menata rumah tangga di masa yang akan datang. Membahas masa lalu akan membuat percakapan kalian menjadi tidak harmonis dan akan memicu pertengkaran.

Itulah beberapa hal yang harus kalain terapakan jika ingin berumah tangga. Rumah tangga yang awet adalah rumah tangga yang saling menghargai satu sama lain. Tentu kamu dan dia ingin membangun rumah tangga untuk selamanya. Perceraian akan berdampak besar bagi anak, baik itu secara psikologis dan masa depan nya.


Mencari jodoh memang tidak mudah. Apalagi jodoh yang sesuai dengan keinginan kita sendiri. Jika mempunyai kriteria pastinya ingin canti, pintar dan mempunyai sifat keibuan. Menikah memang sudah menjadi kodrat sebagai manusia untuk melakukan hal tersebut. Sebagai manusia menikah merupakan momen yang sangat ditunggu ketik sudah masuk usia remaja. Ada beberapa orang menikah itu hal yang sangat sulit dan bagi beberapa orang menikah hal yang mudah. Bagi yang sudah mapan mencari calon istri terbilang sangat mudah karena satu hal yang sudah terpenuhi ketika ingin berkeluarga. Seseorang yang sudah mapan pastinya akan menjadi mantu idaman dan yang pasti akan dicari oleh orang tua. Sebelum kamu berpacaran pastinya sebagai lelaki kamu akan bertemu kleuraganya. Hal yang pertama ditanyakan pastinya mengenai pekerjaanmu dan kemudian keluargamu. Kemapanan pada seorang seperti menjadi syarat utama untuk meminang seorang perempuan. Maka, dibutuhkan menabung dimasa depan.

Hal yang menghambat seseorang untuk menikah adalah biaya. Hal ini dikarenakan di indonesia menikah tidak hanya soal mengucapkan kalimat ijab qabul tetapi harus memenuhi syarat yaitu mapan. Banyak orang tua putrinya tidak mau mendapatkan seorang lelaki yang tidak bertanggung jawab dan malas dalam mencari nafkah. Mapan adalah hal yang pertama membuatmu diterima di keluarga calon istri. Sebagai orang tua tentu ingin anakanya mendapatkan lelaki yang bisa membahagiakan anaknya dengan cara menafkahinya lahir dan batin. Biaya hidup yang semakin bertambah membauat seseorang berpikir dua kali untuk melanjutkan ke jenjang tersebut. Nah, ketika ingin menuju ke tahap yang lebih serius yaitu menikah. Hal ini tidak mesti dilakukan karena tidak semua orang indonesia melakukan hal ini. Tapi kebanyakan budaya indonesia banyak melakukan hal ini. Ada beberapa hal yang harus pria siapkan. Yuk lihat apa saja itu.

1. Butuh biaya untuk melakukan proses lamaran


Melakukan proses lamaran tentunya membutuhkan biaya. Biaya tersebut tergantung jarak yang akan ditempuh oleh keluarga sang pria ke keluarga sang wanita. Jika menempuh jarak yang dekat maka uang yang akan dikeluarkan tidak terlalu banyak. Yang terpenting dalam proses lamaran atau tunangan kamu harus mempersiapakn cincin tunangan. Hal ini tidak semestinya dilakukan. Jika proses lamaran ini dilakukan dengan cara biasa saja pastinya tidak akan mengeluarkan uang banyak tetapi sebaliknya jika dibuat sangat istimewa. Proses lamaran ini biasanya hanya di datangi oleh keluarga dekat dan sahabat saja.

2. Mahar atau Mas Kawin karena memang harus ada


Dalam mempersiapakan mahar ini biasanya ada kesepakatan antar kedua keluarga. Mahar tersebut tergantung adat yang diapakai. Biasanya mahar mengikuti dari pihak perempuan. Ada yang meminta mahar yang sederhana dan ada pula meminta mahar yang sudah menjadi adat mereka dari dulu. Jadi, sebelum menuju ke pernikahan kamu harus tahu dahulu seperti apa adat yang di miliki oleh calon pengantin wanitamu. Jangan sampai kamu kaget ketika dimintai mahar karena kamu tidak paham tentang adat dan budaya mereka. Pada setiap daerah mahar yang diminta tentu berbeda-beda karena budaya dan adat di indonesia sangat banyak ragamnya.

3. Cincin kawin sebagai tanda cinta kalian


Sebelum kamu membeli cincin kawin, kamu harus mempersipkan uang terlebih dahulu. Harga cincin tergantung dari bahan yang akan kamu pesan bersama pasanganmu. Setelah menentukan bahan yang kamu pilih, kamu harus menentukan model cincin kawin seperti apa yang kamu inginkan. Memilih cicnin simple, yang banyak permata atau kamu bisa request jika kamu punya desain sendiri.

Masih banyak lagi yang harus dipersiapkan. Itulah beberapa biaya yang harus dipersiapkan terlebih dahulu oleh seorang pria jika ingin menuju ke pernikahan.

Mempunyai kaki panjang serta tinggi tubuh yang optimal pasti begitu mengasyikkan serta membanggakan. Terlebih, bila tinggi tubuh yang optimal itu diimbangi dengan bentuk badan yang ideal serta ramping. smart detox Namun nih ya, untuk anda yang mempunyai tubuh tinggi serta kaki tahap janganlah mudah senang dan bangga dengan tampilan anda. Lantaran apa? Diambil dari laman asiantown. net, studi temukan kalau beberapa orang yang mempunyai kaki tahap serta tubuh tinggi malah lebih berisiko menanggung derita kanker usus.

Studi yang dikerjakan beberapa pakar di University of Minesota temukan kalau mereka yang mempunyai kaki tahap lebih berisiko menanggung derita kanker usus hingga 40%. Resiko ini sendiri berlangsung lantaran didalam kaki yang panjang mempunyai hormon serta sel spesifik yang dapat tingkatkan perkembangan sel kanker pada badan.

Studi ini dapat diperkuat dengan presentasi kesehatan yang dikerjakan dalam pertemuan American Association fo Cancer Research pada 19 April 2016. Dalam pertemuan ini disebutkan kalau orang yang mempunyai kali panjang berisiko meningkatkan kanker kolorektal sebesar 42% serta kanker usus lebih tinggi dari orang yang berkaki pendek.

Beberapa pakar temukan kalau pria yang mempunyai panjang kaki rata-rata 91 cm atau lebih mempunyai resiko terserang kanker usus sebesar 91%. Disamping itu, untuk wanita tak tampak ketidaksamaan yang penting. Seseorang pakar yang juga pemimpin studi dari University of Minesota menyampaikan, ” Berdasar pada data studi, terlebih dulu orang yang tinggi condong berisiko terserang kanker serta serangan jantung. Saat ini, kami temukan kalau mereka yang tinggi serta berkaki panjang nyatanya begitu rawan pada kanker usus. ”

Menurut beberapa pakar, resiko kanker usus tidak cuma dikarenakan oleh sel atau hormon pada badan saja. Lebih jauh, resiko ini dapat berlangsung lantaran besar kemungkinan orang tinggi serta berkaki panjang juga mempunyai usus yang panjang hingga peluang kanker berkembang di usus makin luas serta besar.

Data riset ini di ambil dari Atheroclerosis Risk in Communities Study, yang mempelajari 14. 500 pria serta wanita. Data itu nanti di cari tahu bagaimana ketidaksamaan kesehatan orang yang berkaki panjang serta bertubuh tinggi dengan orang yang berkaki pendek. smart detox synergy Terkecuali lakukan riset pada 14. 500 sampel, peneliti juga mencermati ada masalah kanker usus sepanjang 20 th. paling akhir.

Duh, kok ngeri ya Ladies. Namun janganlah cemas, walau orang kaki panjang atau tinggi lebih berisiko menanggung derita kanker usus, resiko ini masihlah dapat dihindari dengan gaya hidup serta pola makan yang sehat. Berolahraga, istirahat serta minum air putih cukup tetaplah mesti terbangun serta tak bisa asal-asalan. Mudah-mudahan info ini berguna serta jadikan kita semuanya lebih waspada dalam melindungi kesehatan dan kesehatan badan.